h1

PROFIL KEHIDUPAN ANAK JALANAN PEREMPUAN

November 3, 2009

Masalah anak terutama anak jalanan semakin meningkat dari tahun ke
tahun , akibat krisis ekonomi di Indonesia sejak pertengahan tahun 1997 dan
berdampak juga pada kota Semarang yang semakin hari anak jalanan perempuan
meningkat. Permasalahan dari penelitian ini adalah (1) bagaimana profil
kehidupan anak jalanan perempuan di komplek Tugu Muda Semarang (2) Apa
faktor-faktor penyebab anak jalanan perempuan di komplek Tugu Muda
Semarang pergi ke jalanan (3) Bagaimana mereka mempertahankan hidup di
jalanan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui profil kehidupan anak jalanan
perempuan di komplek Tugu Muda Semarang.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah pendekatan
kualitatif. Lokasi penelitian di kompleks Tugu Muda Semarang. Fokus penelitian
adalah profil kehidupan anak jalanan anak jalanan perempuan di komplek Tugu
Muda Semarang. Sumber data penelitian berasal dari subjek penelitian yaitu 5
(lima) anak-anak jalanan yang kembali pulang ke rumah, 2 orang tua anak
jalanan; Informan dari Dinas Sosial kota Semarang, Yayasan Setara dan
Dokumentasi. Teknik pengunpulan data dengan menggunakan teknik wawancara,
dan dokumentasi. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan trianggulasi
berdasarkan sumber. Analisis data dalam penelitian ini adalah tahap reduksi data,
tahap penyajian data dan tahap kesimpulan.
Hasil penelitian menggambarkan situasi dan kondisi di komplek Tugu
Muda Semarang terdapat 5 traffic Light yaitu traffic light Jl. Pemuda, traffic light
Jl. Imam Bonjol, Traffic Light Jl. Kalisari. Waktu anak-anak jalanan perempuan
di jalanan bervariasi yaitu dari pagi sampai malam hari, siang hari smapai malam
hari, dan sore hari sampai malam hari. Anak-anak jalanan perempuan pernah
mengalami tindak kekerasan oleh aparat keamanan dalam operasi razia dan rawan
terhadap pelecehan seksual. Pembahasan tentang kehidupan anak jalanan
perempuan di kompleks Tugu Muda Semarang yaitu : lokasi anak jalanan semakin
luas, penguasaan wilayah di kompleks Tugu Muda Semarang, kegiatan untuk
mendapatkan uang adalah mengemis dan mengamen. Kehidupan anak jalanan
perempuan di kompleks Tugu Muda Semarang melakukan seks bebas,
penggunaan drugs, mengalami tindak kekerasan baik dari keluarga maupun
kekerasan yang berasal dari luar, melakukan tindakan kriminal. Factor-faktor
penyebab anak jalanan perempuan turun ke jalan ada 2 (dua) factor yaitu factor
eksternal dan factor internal.
Simpulan dari penelitian ini adalah anak jalanan perempuan di kompleks
Tugu Muda Semarang yaitu anak jalanan yang berasal dari Gunung Brintik
Semarang yang berusia 6 –17 tahun yang masih pulang ke rumah dan ada yang
masih sekolah. Meningkatnya jumlah anak jalanan di kompleks Tugu Muda
Semarang menyebabkan perubahan dalam kehidupan anak jalanan perempuan.
Kegiatan untuk mendapatkan uang adalah mengemis dan mengamen, mengelap
motor/ mobil. Faktor-faktor penyebab anak jalanan perempuan di kompleks Tugu
Muda Semarang yaitu : kekerasan dalam keluarga, dorongan keluarga, impian
kebebasan, ingin memiliki uang sendiri, pengaruh dari teman. Cara-cara anak
jalanan perempuan mempertahankan hidup seperti membangun solidaritas,
melakukan kegiatan ekonomi, memanfaatkan barang bekas/sisa, melakukan
tindakan kriminal, melakukan kegiatan yang rentan terhadap eksploitasi seksual.
Saran dari peneliti adalah mendorong anak agar tetap tinggal bersama
orang tua, memberi peluang-peluang kegiatan-kegiatan yang dirancang bersama
anak untuk mengurangi kegiatan mereka di jalanan.

Download selengkapnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: