h1

KEEFEKTIFAN LAYANAN KONSELING KELOMPOK DALAM MENGURANGI PERILAKU AGRESIF SISWA

Oktober 30, 2009

Layanan konseling kelompok memberikan kesempatan kelompok untuk berinteraksi antar pribadi yang khas. Interaksi sosial yang intensif dan dinamis selama pelaksanaan layanan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan
individu secara mantap. Dalam konseling kelompok anggota kelompok dapat belajar membentuk sikap dan keberanian sosial yang bertenggang rasa dan belajar memahami kebutuhan harga diri anggota. Di dalam kelompok anggota akan saling menolong, menerima dan berempati dengan tulus. Berdasarkan uraian tersebut penulis tertarik mengangkat permasalahan yaitu apakah layanan konseling kelompok efektif untuk mengurangi perilaku agresif pada siswa Panti Pamardi Pura Mandiri Semarang tahun 2004/2005. diharapkan hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi pembimbing sebagai bahan informasi dalam melakukan kegiatan layanan konseling kelompok untuk membnatu mengurangi perilaku agresif siswa.

Bagi siswa hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam mengembangkan potensi diri dengan memanfaatkan dinamika kelompok dalam layanan konsleing kelompok dan dapat mengambil keputusan untuk kehidupan selanjutnya.
Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa Panti Pamardi Putra Mandiri Semarang sebanyak 57 siswa. Sampel diambil dengan teknik purposif sampling. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 8 siswa yang
memiliki perilaku agresif paling tinggi. Variabel yang diteliti dalam penelitian ini adalah layanan konseling kelompok sebagai variabel bebas dan perilaku agresif sebagai variabel terikat. Data diambil dengan observasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku agresif fisik siswa pada
mulanya tinggi dan setelah mendapatkan layanan konseling kelompok menurun menjadi kategori rendah sedangkan perilaku agresif verbal siswa yang pada mulanya sangat tinggi setelah mendapatkan layanan konseling kelompok juga
menurun menjadi kategori rendah. Hasil uji wilcoxon memperoleh Zhitung = 2,521 > Ztabel = 1,96. Hal ini menunjukkan bahwa layanan konseling kelompok sangat efektif untuk mengurangi perilaku agresif siswa di Panti Pamardi Putra Mandiri Semarang.
Berkaitan dengan hasil penelitian ini penulis dapat mengajukan saran antara lain : 1) Bagi para siswa, hendaknya menaati peraturan yang ada dipanti dengan sebaik-baiknya, lebih mendekatkan diri dengan yang kuasa dan lebih
menekuni ketrampilan yang telah dipilih sehingga tidak mengalami banyak masalah dalam hidupnya, 2) Bagi Panti hendaknya dalam membuat suatu peraturan tidak dibuat secara sepihak. Apabila di dalam pembuatan peraturan
melibatkan siswa itu sendiri maka siswa Panti juga akan berusaha untuk konsekuen menaati peraturan yang mereka sepakati, dan 3) Bagi para pembimbing hendaknya: a) Lebih memperbanyak kegiatan-kegiatan yang sifatnya  pencegahanpencegahan masalah. Misalnya lebih banyak untuk mengembangkan ketrampilan yang dimiliki siswa, sehingga siswa akan lebih konsentrasi untuk menekuni ketrampilan yang telah dipilihnya. Para pembimbing harus lebih banyak memberikan teori dan praktik kepada siswa, dan b) Lebih banyak memiliki rujukan-rujuan mengenai konseling kelompok dan mendalami rujukan tersebut untuk pengembangan ketrampilan dalam melaksanakan konseling kelompok.

link download for all skripsi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: